Bayi

Bayi

Efek Bunyi-bunyian Pada Bayi

Submitted by fery on Mon, 01/30/2012 - 11:14

Banyak orang menduga, perkembangan otak janin sangat dipengaruhi oleh kejadian di luar rahim. Misalnya, jika Anda suka bernyanyi dan memainkan musik, kelak si kecil akan “ingat” musik tersebut.
Inteligensi merupakan hal yang kompleks. Karena itu, sampai sekarang, belum ada bukti bahwa musik secara langsung dapat merangsang otak janin sehingga kelak bisa punya IQ tertentu. Yang jelas, sekitar 60–80% dari kecerdasan seseorang biasanya diturunkan secara genetik.

Namun, si kecil yang terbiasa mendengar musik klasik yang tenang, memang cenderung menjadi anak yang tenang. Ia juga mudah untuk tertidur nyenyak.

Dan, tidur lelap ini ada hubungannya dengan perkembangan otak. Menurut beberapa penelitian, sel saraf di otak akan tumbuh pesat ketika anak tidur. Jika ia tidur cukup dan tenang. Perkembangan otak pun jadi maksimal.

Pada usia 3-6 bulan, bagian otak anak yang membantunya mengatasi dan mengontrol emosi mulai tumbuh. Ia pun menikmati interaksi dengan orang lain.

Saat bayi Anda Tumbuh Gigi

Submitted by fery on Fri, 01/27/2012 - 10:33

Bayi mungil Anda tiba-tiba menjadi suka menggigit-gigit semua benda dan meneteskan air liur ? Belum lagi membuat Anda harus bangun sepanjang malam untuk menggendong dan menenangkannya? Yang membuat Anda lebih panik adalah badannya juga terasa hangat. Jika Anda mengalami tanda – tanda seperti di atas tadi, mungkin saja bayi Anda sedang mengalami tumbuh gigi pertama.
Gigi yang sehat sangat penting bagi kesehatan anak secara keseluruhan. Gigi mulai terbentuk di bawah gusi saat bayi Anda masih di dalam kandungan. Gigi pertama biasanya tumbuh saat bayi berumur 5 - 7 bulan, namun hal ini bisa berbeda untuk tiap bayi. Biasanya gigi pertama baru tumbuh pada usia 1 tahun. Gigi seri bawah biasanya tumbuh lebih dahulu, diikuti oleh gigi seri di atas 4 - 8 minggu kemudian.

Tak Ada yang Bisa Gantikan Imunisasi, ASI Sekalipun

Submitted by fery on Wed, 01/18/2012 - 12:27

Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bahwa Air Susu Ibu (ASI), gizi, suplemen herbal bisa menggantikan imunisasi.

Demikian diungkapkan Sekretaris Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi di Jakarta lewat surat elektronik.

Soedjatmiko menyebutkan bahwa ASI, gizi, suplemen herbal, kebersihan, hanya memperkuat pertahanan tubuh secara umum dan tidak membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu. Kekebalan yang dibentuk berbeda satu sama lain.

Kalau jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih bisa sakit berat, cacat atau mati.

Imunisasi merangsang pembentukan antibodi dan kekebalan seluler yang spesifik terhadap kuman-kuman atau racun kuman tertentu, sehingga bekerja lebih cepat, efektif dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya.
(sehatnews.com)

Lima Makanan Terbaik untuk Bayi

Submitted by fery on Tue, 01/17/2012 - 09:54

MENU makanan sehat memang dibutuhkan semua orang, termasuk bayi. Sejalan dengan masa pertumbuhan orangtua wajib untuk memenuhi segala macam nutrisi yang dibutuhkan untuk si kecil. Dikutip dari Ninemsn.com, berikut jenis makanan yang sangat baik dikonsumsi untuk anak Anda:

1. Brokoli
Si hijau yang bermanfaat ini memang menjadi salah satu super food. Brokoli mengandung banyak vitamin, seperti vitamin C dan vitamin K, dan mineral yang dapat membantu untuk menangkal kerusakan sel. Para peneliti dari John Hopskin University yang dilansir dalam iloveindia.com, brokoli juga menjadi sumber alami asupan asam folat yang dapat membantu mencegah penyakit hati.

2. Ubi Jalar
Ubi jalar mengandung kalium, vitamin C, serat, folat, vitamin A, kalsium, dan zat besi. Pengolahan ubi jalar sangat beragam. Dari digoreng, dipanggang, direbus, sampai dikukus, jenis bahan makanan ini sangat menggoda dari sensasi manis yang ditawarkan.

3. Sereal

Lahir Lebih Gemuk, Bayi Masa Kini Belum Tentu Besarnya Gendut

Submitted by fery on Wed, 01/11/2012 - 09:39

Jakarta, Dalam beberapa dekade belakangan, berat badan dan panjang rata-rata bayi baru lahir mengalami peningkatan. Banyak yang mengaitkannya dengan risiko kegemukan di kemudian hari, namun sebuah penelitian terbaru membantah anggapan tersebut.

Dalam sebuah penelitian yang dimuat di The Journal of Paediatrics, terungkap bahwa masa kini terukur rata-rata 0,45 kg lebih berat dan 1,25 cm lebih panjang. Data tersebut ditarik berdasarkan data yang dihimpun sejak tahun 1929 sampai tahun 1970-an.

"Apa yang dianggap sebagai bayi besar pada tahun 1930 tidak akan dianggap sebagai bayi besar saat ini," kata peneliti, Ellen Demerath, profesor di University of Minnesota School of Public Health's Division of Epidemiology and Community Health.

Diare pada Bayi

Submitted by fery on Wed, 01/04/2012 - 10:06

DIARE pada bayi bisa mengakibatkan kematian. Sampai saat ini penyakit diare atau mencret masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Diperkirakan, angka penderita antara 150 sampai 430 per 1.000 penduduk setahunnya. Dengan berbagai upaya, angka kematian bayi dan anak akibat diare di rumah sakit sekarang dapat ditekan menjadi kurang dari tiga persen.

Dr Purbawati dari RS PKU Muhammadiyah Solo dalam acara “Info Kesehatan bagi Pengunjung” di Solo, Senin (10/9), mengingatkan tentang bahaya diare pada bayi dan anak. “Diare pada bayi dan anak jangan dianggap enteng, karena bila dibiarkan berlarut, akan mengakibatkan dehidrasi dan selanjutnya shock, bahkan kematian,” katanya.

Saat Bayi Anda tak Bisa Menyusu

Submitted by fery on Fri, 12/30/2011 - 09:39

Tidak semua bayi yang baru dilahirkan bisa langsung menyusu di puting susu ibunya, untuk diperlukan 'bimbingan' dan latihan dari sang ibu agar bayi bisa secara alami menyusu pada puting sang ibu.
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, salah satunya dengan menggunakan Syiringe (Spuit atau Semprit).

Gunakan semprit ukuran 5 ml atau 10 ml. Pasang sepotong selang halus ke adaptornya, kira-kira sepanjang 5 cm.

Sebagai contoh, sepotong irisan dari selang halus, mencakup ujung adaptor dari selang tersebut.

Anda dapat mengukur sejumlah susu untuk sekali pemberian dalam sebuah cangkir kecil. Isilah semprit dengan susu dari cangkir. Letakkan ujung selang ke sudut mulut mulut bayi, dan dengan perlahan tekan susu keluar sementara bayi menyusu pada payudara.

Isi ulang semprit dengan susu, dan teruskan hal tersebut hingga bayi selesai diberi makan. Cobalah untuk melakukan hal ini selama 30 menit (sekitar 15 menit untuk tiap payudara).

Ciuman Ibu Perkuat Kekebalan Bayi

Submitted by fery on Thu, 12/29/2011 - 09:17

Ciuman ibu kepada buah hatinya merupakan suatu bentuk tanda kasih sayang yang tidak terukur. Tetapi, tahukah Anda bahwa ciuman seorang ibu juga dapat menjadi bentuk proteksi terhadap anak, terutama untuk mencegah penyakit?

Sebuah kelompok penelitian yang dipimpin oleh Dr Tagg menemukan bahwa ketika seorang ibu mencium bayinya, secara tidak langsung, si ibu akan mentransmisikan sejenis bakteri tertentu yang dapat membantu membangun kekebalan terhadap penyakit seperti pilek dan radang telinga

Bukan hanya itu, pelukan ibu rupanya turut andil dalam mempromosikan pemulihan penyakit lebih cepat. Manfaat kesehatan ini ditemukan dalam sebuah penelitian di Bliss Hospital, terutama pada anak-anak yang lahir prematur di Montreal. Penelitian ini melibatkan 61 bayi.

Bayi Mengenal Bahasa Sejak Lahir

Submitted by fery on Fri, 12/16/2011 - 09:52

Anda mungkin kaget bagaimana mungkin bayi berumur hitungan bulan sudah dapat belajar bahasa isyarat?

Menurut sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi sudah mulai mempelajari tata bahasa sejak mereka dilahirkan. Para peneliti menemukan bahwa di tahun pertama, para bayi akan mendengarkan secara dekat dan membangun pola-pola kata. Namun, Professor Jill Lany dari University of Notre Dame mengatakan bahwa bayi mulai mengenal tata bahasa secara kompleks pada sekitar usia 17 bulan.

"Bayi selalu melihat tanda dalam konteks pernyataan dan suara. Penelitian ini mengungkapkan terdapat beberapa petunjuk mengejutkan dalam aliran suara yang dapat membantu bayi mempelajari makna kata-kata," ungkap Prof. Lany.

Prof. Lany juga menemukan bahwa bayi berusia 1 tahun mulai dapat mengenali petunjuk tata bahasa untuk menduga hubungan dari kata yang digunakan saat berbicara. Seperti kata 'ini' yang digunakan sebelum kata benda.

Bayi Harus Tidur Bersama Ibu hingga 3 Tahun

Submitted by fery on Tue, 12/06/2011 - 10:10

DOKTER anak di University of Cape Town di Afrika Selatan menyarankan agar bayi yang baru lahir harus berbagi tempat tidur dengan ibu mereka sampai hingga setidaknya berusia 3 tahun.

Saran yang bertentangan dengan saran kesehatan sebelumnya ini menyebutkan bahwa bayi cenderung lebih stres jika mereka dibiarkan tidur sendiri. Diklaim bahwa tidur di dada ibu mereka membuat bayi yang baru lahir bisa beristirahat yang lebih baik daripada diletakkan dalam tempat tidur sendiri.

Saran ini datang dari Dr Nils Bergman, dokter anak di University of Cape Town di Afrika Selatan. Ia menemukan bahwa tidur sendirian membuat bayi lebih sulit menciptakan ikatan dengan ibu. Tidur berpisah juga bisa merusak perkembangan otak bayi yang nantinya dapat menyebabkan masalah perilaku.

Syndicate content
© 2008 Akar Prima Nusantara Drupal theme by Kiwi Themes.