Jangan Takut Lakukan ''Pap Smear''

AKHIR-AKHIR ini banyak wanita digerogoti rasa ketakutan akan penyakit yang mematikan. Anatomi lebih yang dianugerahi Tuhan untuk wanita memberi rasa bangga sekaligus menakutkan. "Jangan-jangan tubuh indah saya dihuni oleh sel-sel jahat atau kanker," begitu keluh resah kebanyakan wanita. Bukankah sangat menyedihkan tatkala kita mendengar sanak famili kita divonis mengidap kanker? Terlebih kanker leher rahim yang mematikan itu?
Kanker servik atau kanker leher rahim yang menjadi momok di kalangan wanita kini sudah menduduki ranking pertama dari sepuluh kanker di Indonesia -- disusul kanker payudara, kulit, tenggorokan, getah bening, usus besar, paru-paru, indung telor, gondok, dan rongga mulut.

Penyebab langsung dari kanker servik belum diketahui. Faktor ekstrinsik yang diduga berhubungan dengan kanker servik adalah smegma, infeksi virus human papilloma virus (HPV), dan spermatozoa. Faktor risiko yang berhubungan dengan kanker servik ialah perilaku seksual multi partner atau mitra seks yang banyak, paritas, mutrisi, rokok, dan lain-lain. Karsinoma servik dapat tumbuh eksofitik, endofitik, atau ulseratif.

Melalui anamnesa diperoleh informasi pasien mengeluh metroragi, keputihan atau purulen yang berbau amis dan tidak gatal, kontak bleeding atau perdarahan setelah berhubungan badan, dan keluar bau busuk yang khas. Dapat juga ditemukan gejala karena metastasis atau penyebaran berupa obstruksi total vesica urinaria.

Pada wanita usia lanjut ditemukan keluhan seperti cepat lelah, berat badan yang menurun, dan anemia. Melalui pemeriksaan ditemukan servik yang teraba membesar, ireguler, dan pada perabaan terasa lunak. Diagnosa pasti ditegakkan melalui pemeriksaan histologik dan jaringan melalui biopsi.

Kanker servik bisa disembuhkan asal ditemukan secara dini. Tes untuk mendeteksi dini kanker servik yang aman dan murah yaitu pap smear. Jadi, para wanita sesungguhnya jangan takut melakukan tes pap smear ini. Tes ini merupakan penapisan untuk mendeteksi infeksi HPV dan prakanker servik.

Alat dan Cara
Bagaimana sebenarkan proses tes pap smear ini? Apa saja alat dan bagaiamna cara pengambilan sediaannnya? Alat berupa formulir konsultasi sitologi, Spatula Ayre yang dimodifikasi atau cytobrush, kaca benda yang pada satu sisinya telah diberikan label, spekulum cocor bebek kering, dan tabung berisi larutan fiksasi alkohol 95%.

Cara pengambilan sediaannya sbb.:

  • Tuliskan data klinis pasien dengan jelas pada lembar permintaan konsultasi, seperti umur, paritas, tanggal haid terakhir, kontrasepsi, riwayat radiasi atau kemoterapi, dan keadaan klinis.
  • Pasang cocor bebek untuk memperlihatkan servik dengan jelas.
  • Spatula dengan ujung pendek diusap 360ø pada permukaan servik.
  • Geserkan spatula atau cytobrush pada kaca benda yang telah diberikan label dengan pensil pada sisi kirinya sepanjang setengah panjang gelas dan geserkan sekali saja agar tidak merusak sel.
  • Spatula Ayre dengan ujung yang panjang agar bisa mencapai tempat sel peralihan atau skuamokulomner atau kapas lidi diusapkan 360ø pada permukaan endoserviks, lalu digeserkan pada setengah bagian sisanya.
  • Masukkan segera dalam larutan alkohol 95%. Spesimen tidak boleh berada di udara lebih dari 10 detik karena mungkin terjadi artefak.
  • Biarkan preparat dalam alkohol minimal 30 menit.
  • Keringkan di udara dan masukan dalam amplop bersama formulir permintaan sebelum dikirim ketempat pemeriksaan.

Pengambilan pap smear ini dilakukan 10 hari setelah bersih menstruasi dan 2 x 24 jam sebelum pengambilan dilarang melakukan hubungan seksual karena akan mengaburkan hasil pemeriksaan.

Interpretasi dan rekomendasi dari jawaban sitologi sbb.:

  • Negatif, tidak ditemukan sel ganas. Ulangi pemeriksaan sitologi dalam satu tahun lagi.
  • Inkonklusif, sediaan tidak memuaskan. Bisa karena fiksasi kurang bagus, tidak ditemukan sel endoserviks, peradangan sel. Disarankan untuk mengulangi pemeriksaan sitologi setelah proses radang diobati.
  • Displasi, terdapat sel-sel diskariotik. Derajat ringan, sedang, sampai karsinoma in situ. Penanganan lebih serius dan harus diamati minimal 6 bulan berikutnya.
  • Positif, terdapat sel-sel ganas pada pemeriksaan mikroskopi. Penanganan harus dilakukan di rumah sakit rujukan dengan seorang ahli onkologi.
  • HPB, pada pemeriksaan ini dapat ditemukan sediaan negatif atau displasia. Lakukan pemantauan ketat dan konfirmasi dengan kolposkopi dan ulangi pap smear.

Pap smear merupakan skrening test yang mudah dilakukan dan membutuhkan dana yang relatif kecil. Bagi wanita yang sudah pernah berhubungan badan disarankan untuk segera melakukan pap smear. Lebih baik mengetahui secara dini daripada Anda terlambat mengobatinya. Sekali lagi, jangan malu atau takut melakukan pap smear.

dr. ni made suriati,
Puskesmas Sidemen
Karangasem

Your rating: None Average: 5 (1 vote)

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • You can use BBCode tags in the text.
  • Each email address will be obfuscated in a human readable fashion or (if JavaScript is enabled) replaced with a spamproof clickable link.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
s
G
y
p
P
T
Enter the code without spaces and pay attention to upper/lower case.

User login

Konsultasi

Recent comments

Who's new

  • steivy tanyono
  • Dika
  • tony_sapi
  • denso_debby
  • imam

Who's online

There are currently 0 users and 2 guests online.

Shout Box

Irfan: Halo, salam perkenalan
steivy tanyono: hai...,,trima kasih bisa bergabung.ditunggu info2 menariknya
CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
w
M
7
E
t
m
Enter the code without spaces and pay attention to upper/lower case.
All Shouts